PROSES PENERIMAAN KEPERCAAYAN BAIK DARI MASYARAKAT PESISIR DAN PEGUNUNGAN DI MASSA LAMPAU

AWAL MASSA

Agama di Indonesia  memegang peranan penting dalam kehidupan masyarakat. Hal ini dinyatakan dalam ideologi bangsa Indonesia, Pancasila: "Ketuhanan Yang Maha Esa". Tentang agama di Indonesia Pada tahun 2000, kira-kira 86,1% dari 240.271.522 penduduk Indonesia adalah pemeluk Islam, 8,7% Protestan, 3% Katolik, 1,8% Hindu, dan 0,4% kepercayaan lainnya.
Dalam UUD 1945 dinyatakan sebagai “Setiap-setiap penduduk diberikan kebebasan untuk memilih dan mempraktikkan kepercayaannya” dan “menjamin semua orang akan kebebasan untuk menyembah, sesuai dengan agama atau kepercayaannya”. , Hindu, Budha dan Konghucu.
Dengan banyaknya agama yang ada di Indonesia, konflik antar agama sering kali tidak terelakkan. Lebih dari itu, kepemimpinan politis Indonesia berperan penting dalam hubungan antar kelompok atau golongan. Program transmigrasi secara tidak langsung telah menyebabkan konflik di wilayah timur Indonesia.

SEJARAH

Berdasar sejarah, kaum pendatang telah menjadi pendorong utama berbagai agama dan budaya di dalam negeri dengan pendatang dari India, Tiongkok, Portugal, Arab, dan Belanda. Bagaimanapun, hal ini telah berubah sejak beberapa perubahan telah dibuat untuk menyesuaikan budaya di Indonesia
Hindu dan Budha telah dibawa ke Indonesia sekitar abad kedua dan abad kedua Masehi kompilasi dari India datang ke Sumatera, Jawa dan Sulawesi, membawa agama mereka. Hindu mulai berkembang di pulau Jawa pada abad berlalu Masehi dengan kasta Brahmana yang memuja Siva. Pedagang juga mengembangkan ajaran Buddha pada abad berikutnya lebih lanjut dan jumlah ajaran Buddha dan Hindu telah meningkatkan kerajaan-kerajaan, seperti Kutai, Sriwijaya, Majapahit dan Sailendra. , begitu pula dengan candi Hindu, Prambanan juga dibangun. Puncak kejayaan Hindu-Jawa, Kerajaan Majapahit, terjadi pada abad ke-14 M, yang juga menjadi zaman keemasan dalam sejarah Indonesia.
Islam masuk ke Indonesia pada abad ke-14 M. Berasal dari Gujarat, India, Islam menyebar sampai pantai barat Sumatra dan kemudian berkembang ke timur pulau Jawa. Pada periode ini terdapat beberapa kerajaan Islam, yaitu kerajaan Demak, Pajang, Mataram dan Banten. Pada akhir abad ke-15 M, 20 kerajaan Islam telah membentuk, mencerminkan dominasi Islam di Indonesia. Kristen Katolik dibawa masuk ke Indonesia oleh bangsa Portugis, khusus di pulau Flores dan Timor. Kristen Protestan pertama kali diperkenalkan oleh bangsa Belanda pada abad ke-16 M dengan integrasi pengajaran Calvinis dan Lutheran. Wilayah penganut animisme di wilayah Indonesia bagian Timur, dan bagian lain, merupakan tujuan utama orang-orang Belanda, termasuk Maluku, Nusa Tenggara, Papua dan Kalimantan. Kemudian, Kristen menyebar melalui pelabuhan pantai Kalimantan, kaum misionarispun tiba di Toraja, Sulawesi. Wilayah Sumatera juga menjadi sasaran para misionaris kompilasi itu, khusus adalah orang-orang Batak, di mana banyak saat ini yang menjadi pemeluk Protestan.
Perubahan penting terhadap agama-agama juga terjadi sepanjang era Orde Baru. Antara tahun 1964 dan 1965, pertemuan antara PKI dan pemerintah Indonesia, bersama dengan beberapa organisasi, menghabiskan perdebatan dan pembunuhan di abad ke-20. Atas dasar permasalahan itu, pemerintahan Orde Baru berusaha untuk menindaklanjuti para pendukung PKI, dengan mendukung suatu kebijakan yang meminta semua untuk memilih suatu agama, karena mendukung para pendukung PKI adalah eatis.Sebagai hasil, tiap-tiap warganegara Indonesia dihabiskan untuk mendapatkan kartu identitas pribadi yang menandakan agama mereka. Kebijakan perpindahan agama sebagian besar, perpindahan agama besar ke Kristen Protestan dan Kristen Katolik. Karena Konghucu jauh salah dari status pengenal agama,
Indonesia pada masa lalu juga menganut Kepercayaan Animisme dan Dinamisme.


PENGERTIAN ANIMISME DAN DINAMISME:


ANIMISME

Animisme berasal dari kata anima , dari bahasa latin animus dan bahasa yunani anepos , dalam bahasa sansekerta disebut prana , dalam bahas ibrani ruah . Arti umum adalah napas atau jiwa. Animisme adalah ajaran / doktrin tentang realitas jiwa.1 Keyakinan ini banyak dianut oleh bangsa-bangsa yang belum bersentuhan dengan agama wahyu. Paham animisme mempercayai setiap benda di bumi ini (seperti laut, gunung, hutan, gua, atau tempat-tempat tertentu), memiliki jiwa yang mesti mempertaruhkan jiwa yang tidak diperuntukkan manusia, atau membantu mereka dalam kehidupan ini.
Animisme dapat diartikan sebagai kepercayaan manusia pada roh leluhur. Di dalam masyarakat yang menganut paham animisme mereka meyakini bahwa orang telah menganggap sebagai maha tinggi, menentukan nasib dan mengatur perbauatan manusia. Kemudian pemujaan semacam ini lalu berkembang menjadi penyembahan roh-roh. Roh oarng yang memutuskan dan dipercayai mereka sebagai makluk kuat yang menentukan, semua kehendak dan kemauan yang harus membantah. Dan mereka juga beranggapan roh tersebut juga dapat merasuk ke dalam benda-benda tertentu. Roh yang masuk kesebuah benda akan menyebabkan kesaktian atau kesakralan benda tersebut. Maka dari itu masyarakat tadi menyembah pada roh-roh tersebut lalu selamat dari bahaya.
Masyarakat mempercayai roh itu bukan hanya menempatkan makluk hidup tetapi juga benda-benda mati, jadi roh itu ada di dalam batu-batu, pohon-pohon besar, tombak, kepal manusia yang dimumi. Karena adanya kepercayaan pad roh dan hantu, timbullah paemujaan pada tempat / benda yang dihuni roh. Dan yang dipuja agar memenuhi kebaikan, ada pula yang dipuja agar semangat memenangkannya Agar terhindar dari perubahan roh / ritual biasanya diadakan oleh para pendeta. Adakalanya mereka membujuk roh-roh dengan menggelar penguburan hewan / manusia yang dikubur hidup-hidup atau diambil dan dilempar ke gunung manakala dan gunung meletus. Mereka beranggapan bahwa jika ada bencana alam berarti roh-roh alam sedang marah.


DINAMISME 

Dinamisme berasal dari bahasa Yunani, yaitu dunamos , sedangkan dalam bahasa Inggris berarti dinamis dan diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dengan arti kekuatan, daya, atau kekuatan . Definisi dari dinamisme memiliki arti tentang kepercayaan terhadap benda-benda di sekitar manusia yang mengandung kekuatan ghaib. Dalam Ensiklopedi umum, dijumpai defenisi dinamisme sebagai kepercayaan keagamaan primitif yang ada pada zaman sebelum kedatangan agama Hindu di Indonesia. Dinamisme disebut juga dengan nama preanimisme, yang mengajarkan masing-masing-masing benda atau yang memiliki kekuatan dan kekuatan. Maksud dari arti tadi adalah kesaktian dan kekuatan yang berada di dalam suatu zat dan mendukung kemampuan memberikan manfaat atau marabahaya. Kesaktian itu bisa dihasilkan dari api, batu-batu, udara, pepohonan, binatang, atau bahkan manusia itu sendiri. Dinamisme lahir dari rasa kebergantungan manusia melawan daya dan kekuatan lain yang ada di luar dirinya. Setiap manusia akan selalu membutuhkan dan menanti orang lain yang dianggapnya mampu memberikan pertolongan dengan kekuatan yang dimilikinya. Manusia ini mencari zat lain yang akan ia sembah yang terletak di sebelah kanan itu ia bisa berada di sebelah zat itu.
Kebudayaan Nasional Indonesia yang sekarang masih tersisa oleh masyarakat Indonesia, tidak lagi muncul karena ada kebahagiaan yang dimiliki oleh mistisme di dalamnya. Warisan masa lalu juga memiliki peran dalam pengembangan budaya yang memiliki mistisme tidak, hal-hal mistis ini ditulis oleh nenek moyang karena rasa percaya akan hal mistis itu benar-benar terjadi dan merupakan hal yang dipercayai demi generasi berikutnya.


KEPERCAYAAN DAN ADAT ISTIADAT SUKU BAJO

Meskipun Suku Bajo beragama Islam, namun mereka masih hidup dalam dimensi leluhur. Budaya mantera-mantera, sesajen dan kepercayaan roh jahat masih mempertahankan kehidupan mereka. 
Peran dukun masih sangat dominan untuk menyembuhkan penyakit serta untuk menolak bala atau memberikan ilmu. Orang Bajo sangat mempercayai setan-setan yang berada di lingkungan sekitarnya. Rumah dan dapur-dapur mereka. Mereka percaya pantangan-pantangan dan larangan, seperti misalnya larangan meminta kepada tetangga seperti minyak tanah, garam, udara atau apapun setelah magrib.
Mereka juga percaya dengan upacara tebus jiwa. Melempar sesajen ayam ke laut. Berhasil hidup pasangan itu harus pindah ke hewan sesaji. Ini dilakukan oleh pemuda yang ingin menikahi perempuan yang lebih tinggi status sosialnya. Masyarakat Suku Bajo menyebut rumah Palemana atau rumah di atas perahu. Karena masyarakat Suku Bajo bermukim dan mencari nafkah di atas laut. Karena itu mereka mendapat julukan sebagai Manusia Perahu.

KESIMPULAN

Indonesia terdiri dari berbagai macam Agama dan Kpercayaan, masing-masing memiliki peran penting dalam perkembangan Bangsa Bangsa Indonesia dibuat menjadi salah satu Negara Dasar yaitu “Ketuhanan Yang Maha Esa” yang mana setiap interaksi dan tata cara hidup bangsa Indonesia harus dilandasi dengan Ketuhanan Yang Maha Esa . Penyebaran berbagai macam agama di Indonesia memiliki penyebaran yang lengkap melalui jalur perdagangan melalui distribusi kesinian. 
SUMBER
Kepercayaan dan Adat Istiadat Suku Bajo

Komentar